Menjalani Kehidupan Kristen
Saudara, ketika seorang pria Kristen ditanya “Apa sebenarnya yang menjadi tujuan kehidupan Kristen?” Jawabnya adalah untuk menjadi serupa dengan gambar Yesus Kristus. Dengan kata lain tujuannya adalah untuk menjadi seperti Kristus dalam setiap bagian dari kehidupan kita. Tetapi bagaimana kita bisa menjalani kehidupan Kristen?
Kehidupan Petrus
Saya Otty Priambodo akan bersama Anda dalam Acara Sang Pemenang. Telah ada bersama saya, Pendeta Eslo Manik yang akan menemani kita untuk sebuah perbincangan “Menjadi seorang pengikut Allah yang sejati?”
HUDSON TAYLOR
Hari ini kita akan berbicara tentang seorang pria yang kehidupannya membantu menjawab pertanyaan “Bagaimana kita dapat menjalani kehidupan Kristen?”
Roh Kudus
Pak Pendeta Manik? Semakin kita mencoba untuk menjadi saleh, semakin kita merasa berada dalam kegagalan mutlak. Nah, apakah jawaban dari peryataan ini Pak?
Kuasa Doa
Saudara, banyak orang Kristen yang pada akhirnya menyerah setelah melihat bahwa tidak ada hasil apa pun seelah melewati waktu yang begitu lama untuk berdoa, apakah anda juga demikian?
Kehidupan Kristen Yang Bertahan
Untuk kita belajar dari Alkitab mengenai Kehidupan Kristen Yang Bertahan, sipakah teladan yang perlu kita belajar darinya?
Aset-Aset Fisik Kita
Dan Dalam Kejadian juga disebutkan “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”. Nah, sepertinya manusia itu unik begitu Pak Pendeta?
Aset-Aset Mental Kita
Saudara, ada orang yang mengatakan bahwa iman Kristen mengharuskan seseorang meninggalkan rasio dan tanpa berpikir panjang menerima apa yang dikatakan dalam Kitab Suci?
Aset-Aset Emosi Kita
Bapak Manik, mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini telah menjadi suatu kebiasaan?
Memilih Sukacita Bukan Depresi
Namun karena tekanan mental yang melelahkan, menguras fisik, emosional, rohani, dan kematian sebagai jalan keluar. Nah, apakah anda sedang dalam situasi ini? Maksudnya bagaimana Bapak Manik?